Keluhan seperti dada terasa berat, sesak napas, hingga muncul keringat dingin sering kali dianggap sebagai masuk angin atau sekadar kelelahan. Padahal, gejala tersebut dapat menjadi tanda awal kondisi darurat pada jantung. Tidak sedikit pasien yang baru menyadari tingkat bahayanya setelah kondisi memburuk dan memerlukan penanganan intensif.
Serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya aliran darah menuju otot jantung. Ketika suplai oksigen terhenti, jaringan jantung berisiko mengalami kerusakan. Karena itu, kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FSCAI, menjelaskan bahwa gejala serangan jantung tidak selalu muncul dengan ciri yang khas.
Menurutnya, pasien dapat merasakan tekanan atau rasa berat di dada, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, maupun punggung. Gejala tersebut sering disertai sesak napas, mual, dan keringat dingin. Karena tanda-tandanya kerap menyerupai gangguan kesehatan lain, banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah lebih parah.
Dr. Jeffrey menekankan bahwa kecepatan penanganan sangat menentukan keselamatan pasien. Dalam dunia medis terdapat istilah golden period, yaitu periode emas pada jam-jam pertama setelah serangan terjadi. Semakin cepat sumbatan pada pembuluh darah dibuka, semakin besar peluang menyelamatkan otot jantung dari kerusakan permanen.
Penanganan serangan jantung dilakukan sesuai tingkat keparahan dan kondisi masing-masing pasien. Tahap awal biasanya berupa pemberian obat-obatan darurat untuk menstabilkan kondisi. Selanjutnya, dokter dapat melakukan kateterisasi jantung guna membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat. Pada kasus tertentu dengan sumbatan yang lebih berat, prosedur bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dapat menjadi pilihan.
Seluruh tindakan tersebut bertujuan mengembalikan aliran darah ke otot jantung secepat mungkin sehingga kerusakan jaringan dapat diminimalkan dan risiko komplikasi berkurang.
Kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala penyakit jantung sejak dini menjadi faktor penting. Respons yang cepat tidak hanya dapat menyelamatkan nyawa, tetapi juga membantu mencegah dampak jangka panjang seperti gagal jantung maupun penurunan fungsi jantung permanen.
Untuk mendukung penanganan kasus darurat jantung, Mayapada Hospital menyediakan layanan Cardiac Emergency selama 24 jam yang didukung dokter spesialis dan subspesialis yang selalu siaga. Layanan ini dapat diakses melalui nomor 150990 maupun fitur Emergency Call pada aplikasi MyCare.
Dalam penanganan serangan jantung, rumah sakit menerapkan standar internasional, termasuk prosedur Primary PCI dengan target waktu Door-to-Balloon kurang dari 90 menit. Fasilitas tersebut terintegrasi dengan Chest Pain Unit yang berfokus pada deteksi dini gangguan jantung secara cepat dan akurat melalui kolaborasi tim multidisiplin.
Pasien yang mengalami nyeri dada dapat menjalani skrining awal. Jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya gangguan jantung, pemeriksaan tersebut tidak dikenakan biaya. Namun apabila ditemukan indikasi masalah jantung, pasien akan segera mendapatkan penanganan lanjutan.
Selain layanan kegawatdaruratan, Mayapada Hospital Surabaya juga menghadirkan Heart & Vascular Center Surabaya sebagai pusat layanan jantung terpadu. Layanan ini mencakup upaya pencegahan, pemeriksaan menyeluruh, hingga terapi lanjutan untuk berbagai kondisi jantung, termasuk kasus yang kompleks.
Selama masa perawatan, pasien akan didampingi oleh Cardiac Advisor yang membantu menjelaskan tahapan layanan sekaligus memastikan koordinasi dengan dokter subspesialis berjalan optimal. Dukungan teknologi seperti Coronary Angiography (CAG), tindakan complex PCI, hingga Left Ventricular Assist Device (LVAD) turut melengkapi layanan yang mulai beroperasi pada Februari 2026 di Lantai 8 MHSB.
Masyarakat juga dapat memperoleh berbagai informasi edukasi mengenai kesehatan jantung melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare. Selain itu, fitur Personal Health memungkinkan pengguna memantau kebugaran tubuh dengan menghitung detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI). ***
Menikah dengan Pacar Masa Sekolah, Ini 7 Sifat yang Sering Membuat Hubungan Bertahan Lama
WhatsApp Siapkan Fitur Username untuk Tingkatkan Privasi Pengguna
Bukan Hadiah Mahal, Ini 5 Cara Sederhana Mempererat Hubungan dengan Pasangan
Kiesha Alvaro Habiskan Rp100 Juta untuk Stik Biliar, Begini Reaksi Okie Agustina
Gunung Slamet Kembali Dibuka, Jumlah Pendaki Dibatasi hingga 900 Orang per Hari
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!